“The Last Supper”

Di era modernitas kalian pasti tau Lukisan The Last Supper karya Da Vinci ini, lukisan Perjamuan Terkahir Yesus dengan keduabelas muridnya hampir menghiasi sebagian besar rumah orang Kristen di seantero dunia, biasanya sih dipajang di ruang tamu atau lukisan besar di ruang keluarga. yang gak banyak orang tau klo lukisan asli The Last Supper bukan lukisan di museum kek biasanya, disimpen dan dipamerin? Ya betul, sedikit yang tau bahwa The Last Supper itu adalah sebuah mural dinding di Gereja

Intro

58de6b6f8af57828048b5540

Pada hari Minggu, jutaan orang di seluruh dunia akan merayakan Paskah.

     Paskah itu perayaan kebangkitan Yesus, nah salah satu gambaran paling terkenal dari kisah itu yaaa “Perjamuan Terakhir” Leonardo da Vinci. Ini adalah karya Renault yang ikonik yang telah dipuji, dipelajari, dan disalin selama lebih dari 500 tahun. Melawan segala rintangan dan tergerus ruang dan waktu (lebaaayyy), lukisan itu masih tetap ada di dinding Biara Santa Maria delle Grazie di Milan.

     Om Da Vinci ini mulai kerjain karyanya pada 1495 atau 1496 dan menyelesaikannya sekitar tahun 1498. klo dipikir pikir lama juga dia ngehasilin tuh lukisan padahal doi maestro lhoo. Ini ngegambarin sebuah adegan terkenal dari hari Kamis Putih, di mana Yesus dan para Rasulnya berbagi makanan terakhir sebelum kematian dan kebangkitan-Nya. Selama makan malam, Yesus mengungkapkan bahwa salah satu muridnya akan mengkhianati Dia dan menyerahkannya kepada pihak yang berwenang untuk dieksekusi (spoiler alert: Yudaslah, yang da Vinci melukiskan sebagai org yg numpahin garam  di atas meja, sebagai bagian dari beberapa Renaissance pun).

setelah gua ubek2 data yg ada jadi mural ini dipercaya terinspirasi dari Injil Yohanes 13:21, gambaran reaksi murid-murid Yesus pada saat mengumumkan bahwa satu diantara mereka akan mengkhianatiNya.

oiyaa ini mural gede ukuranya aslinya sekitar  460 cm × 880 cm (pantesan lama ngerjainya)

Sejarawan dan penulis Ross King ngasih tau Business Insider tentang mural tsb. King mengatakan bahwa ketertarikannya seumur hidup dengan da Vinci – yang, sebagai pelukis, pematung, penemu, dan ilmuwan, benar-benar orang Renaisans akhir – mendorongnya untuk menulis buku “Leonardo and the Last Supper.”

“I was intrigued by him as a character – an artist, a scientist, a mountain climber, a rock collector, an all-around genius,” he said.

Telisik

Pada dasarnya murid-murid dalam lukisan ini terbagi ke dalam 4 group dengan respond yang beraneka ragam (dari kiri ke kanan):

  • BartolomeusYakabus (son of Alphaeus), dan Andreas, tiga orang dalam satu group, dan mereka semua terkejut
  • Yudas IskariotPetrus dan Yohanes berada di group setelahnya, Yudas memakai baju hijau biru dan tertutup bayangan, tampak ingin menarik diri dan segera keluar dari perjamuan terakhir ini. Pada gambar Yudas terdapat kantong kecil, sebagai eksposisi kantong perak yang digunakan  untuk menukar Yesus atau memang menunjukan dia adalah seorang Bendahara keduabelas rasul Yesus. Pada sosok Yudas juga tampak dia sedang memegang tempat garam, dan berhubungan dengan pepatah timur tengah “betray the salt” yang berarti menghianati tuannya, dan satu lagi yang menarik posisi kepala Yudas adalah paling rendah diantara semua sosok murid (secara horizontal). Petrus terlihat memegang pisau terlihat emosional, mungkin menggambarkan dia adalah murid yang melindungi Yesus atau juga reaksinya pada saat di Taman Getsemani pada saat penangkapan Yesus. Sementara Yohanes, pengikut yang termuda, digambarkan lemas dan tidak sadarkan diri.
  • Figur ditengah, Yesus, yang kedua tangannya mengarah kepada roti dan cawan anggur yang merupakan simbolik, tubuh dan darah Kristus, inti dari perjamuan tersebut. Tapi yang menarik tangan kanan Yesus selain mengarah ke cawan juga mengarah ke mangkok, sama seperti Yudas yang juga mengarahkan tangannya ke mangkok, dan merupakan gambaran bahwa sebenarnya Yudaslah yang mengkhianati Yesus. Yang menarik dari figur Yesus, apabila kita mengamati dengan seksama, Da Vinci melukiskan dengan simbolik segitiga sama sisi, simbolik yang dipakai abad itu sebagai Trinitas atau Holy Divine, Yesus dilukiskan dengan sosok yang tenang dan hanya di dalam jalanNyalah akan ditemukan kedamaian sejati, dan bukan ke kanan atau ke kiri. Apabila diamati lebih dalam lagi, jika kita menarik garis prespektif pada langit-langit dan lantai lukisan, serta proporsi ruangan, posisi kepala Yesus benar-benar berada tepat di tengah, menggambarkan Dialah sentral, dan inilah arti Lukisan ini sebenarnya!
  • Group berikutnya setelah Yesus adalah TomasYakobus, dan Filipus. Tomas terlihat sangat sedih, menaikan jari telunjuknya sebagai gambaran ketidakpercayaan pada saat Yesus bangkit, Yakobus terlihat diam terpaku dan Filipus menampakan raut tubuh yang meminta penjelasan.
  • MatiusJude Thaddeus, dan Simon the Zealot berada di group terkahir, Baik Jude Thaddeus dan Matius mengarahkan badan mereka kepada Simon, mungkin dengan harapan dia mempunyai penjelasan atas apa yang baru saja Yesus sampaikan

karena termakan oleh usia lukisan ini mengalami desaturasi atau catnya udah keliatan pudar, ini akibat dari si Da Vinci eksperimen pake cat kering segala, yang seharusnya pake cat basah biar nyatu sama dinding atau wadahnya, tapi teknik baru Da Vinci ini konon katanya akan membantu proses pembuatan lukisan menajdi lebih detail dari mural pada umumnya. Bahkan pada renovasi gereja satu abad sejak pembuatanya, dibuatlah pintu di dinding menuju ruangan lain, dan tentu saja menghilangkan sisi bawah yaitu bagian kaki Yesus. Belum lagi pada perang dunia ke dua serangan bom besar-besaran di kota Milan, hampir membuat sebagian lukisan ini rusak. Tapi lewat teknologi yang sudah semakin maju, lukisan ini direstorasi tanpa menghilangkan sisi aslinya, selain tentu saja membatasi jumlah wisatawan yang ingin melihat mural tersebut.58eb902b8af57828048b7513

The refectory was struck by a bomb on August 15, 1943, but the mural survived.

Epilog

terlepas dari perdebatan kontroversial ttg ‘The Last Supper’ ni karya Leonardo Da Vinci ngegambarin acara makan malam yg dimana  reaksi murid-murid yang beraneka ragam dan sosok Yesus dilukiskan dengan sangat simple oleh Leonardo Da Vinci, inilah alasan mengapa Lukisan The Last Supper begitu terkenalnya, telah diakui oleh beberapa Ahli bahwa lukisan ini masih banyak memiliki misteri yang belum terungkap dan seperti reliku religi Kristen yang lain, The Last Supper juga menjadi perdebatan yang tiada habisnya, maka tak heran interpertasinya telah disalahgunakan pada segala zaman dari sejak awal pembuatannya. Yang terakhir tentu kita ingat bagaimana film Da Vinci Code, melalui buku karangan Dan Brown, mencoba untuk menduga-duga apa sebenarnya arti lukisan ini, tentu saja demi popularitas dan profit semata, dugaan mereka adalah fiksi belaka, sangat jauh dari fakta kebenaran sejarah dan Alkitab. Lukisan The Last Supper ini hanyalah sebagai kejeniusan dan salah satu bentuk ekspresi sang maestro, yang memang pada jaman itu terkenal dengan seniman-seniman dengan ratusan karya kekristenanya, adalah Iman yang benar yang akan ditempa melalui fakta kebenaran dengan landasan Firman Tuhan dan bukan interpertasi sebuah mural.

nahhh itu dia pembahasan awal ttg “The Last Supper” seperti yg kalian tau ngebahas lukisan ini terus seluk beluknya dan fakta di dalemnya itu banyak bet. so nanti gua bikin lagi pembahasan selanjutnya. Au revoir !!!

 

 

 

 

 

source:

http://mentalfloss.com/article/64372/15-things-you-should-know-about-last-supper

http://www.businessinsider.sg/last-supper-leonardo-da-vinci-2017-3/?r=US&IR=T

http://jesandy.com/lukisan-the-last-supper-leonardo-da-vinci/

Advertisements

Author: Alif Afrizal

'Scrita Manent Verba Volant'

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s